Skip to content
KISAH BUMI
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Kisah Bumi Kisah Bumi

Halo

Kisah Bumi Kisah Bumi

Halo

  • Tahukah Kamu
  • Sains
  • Astronomi
  • Unik & Aneh
  • Misteri
  • Tips & Trik
  • Arkeologi
  • Inspirasi
  • Wisata
  • Tahukah Kamu
  • Sains
  • Astronomi
  • Unik & Aneh
  • Misteri
  • Tips & Trik
  • Arkeologi
  • Inspirasi
  • Wisata
Close

Search

Arkeologi

Kenapa Patung Mesir Kuno Banyak yang Kehilangan Hidung?

2 Min Read
0

Pernahkah terpikirkan oleh kalian, mengapa ada banyak patung Mesir Kuno yang hidungnya terlihat rusak bahkan hilang? Pertanyaan semacam ini sering diterima Edward Bleiberg, selaku kurator Museum Brooklyn di New York, AS.

Banyak pengunjung museum yang bertanya membuat sang kurator khusus galeri seni Mesir ini berinisiatif meneliti lebih lanjut. Hasil risetnya dikemas dalam sebuah pameran bertajuk “Striking Power: Iconoclasm in Ancient Egypt”

Photo Credit: ancient-origins.net

“Kerusakan yang konsisten pada patung menunjukkan bahwa hal ini memiliki tujuan tertentu,” kata Bleiberg, yang risetnya dibangun berdasarkan studi sebelumnya tentang perusakan dan kehidupan akhirat.

Bleiberg berpendapat, masyarakat Mesir Kuno percaya bahwa patung, relief, atau gambar ikon lainnya berisi jiwa orang yang sudah meninggal atau esensi dari dewa mereka. Benda-benda tersebut ibarat portal penghubung antara dunia nyata dan dunia superatural, yang membutuhkan ritual agar benda bisa dirasuki roh tertentu.

Mayoritas patung, relief, dan gambar ikon tersimpan di makam dan kuil. Pada awalnya, keturunan dari orang yang sudah meninggal memberi ‘makan’ leluhurnya dengan hadiah, perhiasan atau bahkan makanan sungguhan. Kemudian, manusia mulai mengirim persembahan kepada dewa dengan harapan mereka mendapat perlindungan dari dewa yang disembah.

Kepercayaan ini diyakini memberi kekuatan pada benda berhala tersebut. Untuk bisa menghilangkan kekuatannya, salah satu cara yang dilakukan adalah bertindak vandalisme dengan merusak patung atau relief.

“Bagian tubuh yang rusak tidak lagi dapat melakukan tugasnya, menjaga leluhur yang masih hidup di bumi,” jelas Bleiberg.

Patung tanpa telinga, ia tidak dapat mendengar penyembahnya. Patung tanpa tangan, ia tidak bisa menerima persembahan. Patung tanpa hidung, ia tidak dapat bernapas.

Hal ini dinilai efektif ‘membunuh’ benda berhala tersebut. Para penjarah makam, kata Bleiberg, mungkin memotong salah satu bagian benda berhala yang bernilai itu untuk mencegah dirinya menerima kutukan atau balas dendam.

Mesir Kuno memiliki sejarah panjang soal perusakan seni yang mencitrakan manusia. Pada zaman prasejarah, misalnya, banyak mumi sengaja dirusak.

Ada hieroglif yang menampilkan instruksi mencakup pembakaran patung lilin untuk para prajurit yang berangkat perang dan surat keputusan Firaun yang mengancam akan menghukum bagi mereka yang akan bertindak di luar batas, seperti menghancurkan patung yang menyerupai mereka.

Kemudian, ketika agama Kristen datang, patung, relief, dan ikon dewa Mesir Kuno lainnya dirusak untuk mencegah setan-setan Pagan bangkit kembali.

“Pencitraan di ruang publik adalah cerminan dari siapa yang memiliki kekuatan untuk menceritakan kisah tentang apa yang terjadi dan apa yang harus diingat,” tambah Bleiberg.

Sumber:
kumparan

Other Articles
Previous

Kenapa Orang ‘Bule’ Pilih ‘Cebok’ Pakai Tisu Dibanding Air?

Next

Hitori Kakurenbo: Permainan Petak Umpet dengan Hantu

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Post

  • Ternyata, Pembalut Awalnya Diciptakan untuk Para Pria
  • Manjanggul Lava Tube, Lorong Lava Terbesar dan Termegah di Dunia
  • Dar al-Hajar: Istana Ini Berdiri di Atas Sebuah Batu Besar
  • Siapa yang Memadamkan Lampunya?
  • 5 Pesawat yang Mendarat Darurat Karena Hal Konyol
  • Semua Orang itu Jenius Termasuk Anda
  • Ular Raksasa Penyelamat Korban Tsunami Aceh
  • Adam Turun di India, Manusia Pertama Tundukkan Seluruh Hewan?
  • Temukan Yang Berbeda Saat Mendaki Lawu Lewat Jalur Candi Cetho
  • Penjelasan Ilmiah Mengapa Makan Serangga Bisa Cegah Pemanasan Global

There was an error trying to submit your form. Please try again.

This field is required.

There was an error trying to submit your form. Please try again.

Tech News

  • Technology
  • Gadget
  • Software
  • Games

Legal

  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Extra Crunch Terms
  • Code of Conduct
Copyright 2026 — Kisah Bumi. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme