Skip to content
KISAH BUMI
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Kisah Bumi Kisah Bumi

Halo

Kisah Bumi Kisah Bumi

Halo

  • Tahukah Kamu
  • Sains
  • Astronomi
  • Unik & Aneh
  • Misteri
  • Tips & Trik
  • Arkeologi
  • Inspirasi
  • Wisata
  • Tahukah Kamu
  • Sains
  • Astronomi
  • Unik & Aneh
  • Misteri
  • Tips & Trik
  • Arkeologi
  • Inspirasi
  • Wisata
Close

Search

Astronomi

Bagaimana Keadaan Tubuh Jika Kita Meninggal di Luar Angkasa?

2 Min Read
0

Antariksa adalah masa depan, karena berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini sedang menuju ke ruang angkasa. Terlebih lagi kini Elon Musk sedang mengembangkan perjalanan luar angkasa untuk tujuan rekreasi dan eksplorasi sipil. Menurut prediksi, paling lambat di 2040, manusia pasti sudah bisa mengeksplorasi Mars.

Namun pertanyaannya adalah, bagaimana kondisi tubuh jika kita meninggal di luar angkasa? Menurut catatan NASA yang dikutip PopSci, hanya ada 18 orang yang pernah meninggal di luar angkasa. Meski demikian, angka tersebut cukup tinggi mengingat hanya sedikit orang yang pernah merasakan hidup di luar angkasa.

Menjawab pertanyaan ini, Chris Hadfield, mantan komandan ISS berpendapat. Menurutnya, potensi paling berbahaya adalah ketika spacewalk, atau berjalan di luar pesawat, dan hal ini lazim dilakukan. Sedikit kesalahan dalam prosedur, nyawa adalah taruhannya.

Bahkan dengan prosedur yang sudah benar, satu meteorit kecil dapat menyobek pakaian luar angkasa astronot yang menyediakan oksigen dan perlindungan dari suhu ekstrem.

Jika terpapar, dalam 10 detik saja air di kulit serta darah kita akan menguap. Sebagai gantinya, tubuh akan terisi dengan nitrogen yang ketika larut di kulit akan membentuk gelembung yang segera akan meledakkan kita.

Dalam 15 detik kesadaran kita sudah hilang dan dalam 30 detik saja paru-paru sudah tak berfungsi dan badan lumpuh. Jauh sebelum itu, tubuh kita sudah menjadi jasad karena sesak napas dan dekompresi, seraya tubuh membeku karena panas tubuh hilang di hampa udara.

NASA sendiri disebut tak memiliki kebijakan soal mayat di antariksa. Namun Hadfield menyebut bahwa pelatihan ISS memberi sedikit gambaran untuk menangani mayat di luar angkasa.

Ketika tubuh kita meninggal di luar angkasa, tubuh akan ditangani sebagai biohazard, sehingga jasad akan dipakaikan pakaian bertekanan dan disimpan di tempat yang dingin hingga kembali ke Bumi.

Sumber:
merdeka

Other Articles
Previous

Inilah Pengganti Bahan Masak Beralkohol Untuk Makanan Halal

Next

Ditemukan 131 Kerangka Babi Buktikan Stonehenge Adalah Tempat Pesta Neolitikum?

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Post

  • Ternyata, Pembalut Awalnya Diciptakan untuk Para Pria
  • Manjanggul Lava Tube, Lorong Lava Terbesar dan Termegah di Dunia
  • Dar al-Hajar: Istana Ini Berdiri di Atas Sebuah Batu Besar
  • Siapa yang Memadamkan Lampunya?
  • 5 Pesawat yang Mendarat Darurat Karena Hal Konyol
  • Semua Orang itu Jenius Termasuk Anda
  • Ular Raksasa Penyelamat Korban Tsunami Aceh
  • Adam Turun di India, Manusia Pertama Tundukkan Seluruh Hewan?
  • Temukan Yang Berbeda Saat Mendaki Lawu Lewat Jalur Candi Cetho
  • Penjelasan Ilmiah Mengapa Makan Serangga Bisa Cegah Pemanasan Global

There was an error trying to submit your form. Please try again.

This field is required.

There was an error trying to submit your form. Please try again.

Tech News

  • Technology
  • Gadget
  • Software
  • Games

Legal

  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Extra Crunch Terms
  • Code of Conduct
Copyright 2026 — Kisah Bumi. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme