Skip to content
KISAH BUMI
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Kisah Bumi Kisah Bumi

Halo

Kisah Bumi Kisah Bumi

Halo

  • Sains
  • Technology
  • Tahukah Kamu
  • Tips & Trik
  • Sains
  • Technology
  • Tahukah Kamu
  • Tips & Trik
Subscribe
Close

Search

Sains

Begini Caranya Sel Imun Tidak ‘Nyasar’ di Labirin Tubuh Manusia

2 Min Read
0

Saat kita mengalami luka, tubuh akan menanggapinya dengan mengirimkan sel imun untuk menghentikan dan memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan. Jika tidak, maka kerusakan, baik pada jaringan maupun organ, akan semakin meluas dan berbahaya, bahkan bisa berujung pada kematian.

Dalam hal ini, kecepatan pergerakan sel imun menjadi faktor penentu. Namun di sisi lain, tubuh kita merupakan struktur kompleks yang tersusun dari beragam sel dan matriks ekstraseluler.

Bayangkan labirin dengan berbagai ukuran dinding dan celah yang berbeda. Hal ini tentunya menjadi rintangan bagi sel imun untuk dapat leluasa bergerak menembus jalur yang diperlukan untuk sampai pada area luka. Lantas, bagaimana cara sel imun agar dapat terhindar dari “kemacetan” di dalam tubuh.

Ternyata, sel imun dapat memeriksa keberadaan rintangan sebelum memilih jalur terbaik untuk dilewati. Proses ini dilakukan dengan membentuk beberapa tonjolan sitoplasma yang berperan sebagai pengukur diameter jalur potensial.

Pengukuran ini memberikan informasi mengenai jalur mana yang paling lebar diantara pilihan yang tersedia. Lalu, sel akan mencoba untuk memosisikan nukleus di depan agar dapat menembus jalur tersebut.

Jika nukleus, yang merupakan bagian sel paling padat, dapat lewat dengan lancar, maka bagian sel lain tidak akan mengalami kendala yang berarti. Proses ini juga menjamin bahwa nukleus tidak mengalami kerusakan saat sel bergerak.

Setelah sel memutuskan jalur mana yang akan dilewati, tonjolan sitoplasma yang tertinggal di jalur lain akan ditarik menggunakan sitoskeleton (kerangka sel) yang tersusun dari mikrotubulus.


Hasil penelitian ini memberikan pengetahuan baru mengenai bagaimana mekanisme sel bergerak. Sebelumnya, diketahui bahwa sel dapat mendeteksi perbedaan konsentrasi senyawa kimia tertentu dalam tubuh dan menggunakannya sebagai alat navigasi via kemotaksis. Namun, mekanisme penentuan jalur sel belum banyak diketahui.

Dengan adanya informasi ini, diharapkan kita dapat memahami pergerakan sel kanker, yang juga memiliki pola pergerakan serupa untuk dapat bermigrasi ke lokasi lain dalam tubuh, sehingga penyebarannya dapat dicegah. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature.

Sumber:
kompas

Other Articles
Previous

Apple opens another megastore in China amid William Barr criticism

Next

Praktik Parasitisme Seksual, Video Perkawinan Anglerfish Ini Kejutkan Peneliti

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Editors Pick (3)
  • Gadget (8)
  • Games (4)
  • Must Read (2)
  • Reviews (3)
  • Sains (4)
  • Software (3)
  • Tahukah Kamu (1)
  • Technology (7)
  • Tips & Trik (1)
  • Uncategorized (1)

Subscribe

Email
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.

Recent Post

  • Inilah Pengganti Bahan Masak Beralkohol Untuk Makanan Halal
  • Brachycephalus ephippium: Katak Spesies Baru yang Bisa Berpendar dalam Gelap
  • Ternyata Abu Jenazah Bisa Disulap Jadi Berlian Asli
  • Adaptasi Unik, Kadal Kosta Rika Bikin Gelembung Udara Demi Bisa Menyelam 16 Menit
  • Praktik Parasitisme Seksual, Video Perkawinan Anglerfish Ini Kejutkan Peneliti

There was an error trying to submit your form. Please try again.

This field is required.

There was an error trying to submit your form. Please try again.

Tech News

  • Technology
  • Gadget
  • Software
  • Games

Legal

  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Extra Crunch Terms
  • Code of Conduct
Copyright 2026 — Kisah Bumi. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme